Pertarungan pemilihan Presiden 2024 sudah jadi pembahasan ramai di media sosial. Salah satunya calon yang Masuku ke elektabilitas tinggi adalah Ketua Umum Gerinda, Prabowo Subianto. Rekam Jejak menjadi menarik untuk dibahas kembali.
Salah satu hal menarik untuk dibahas adalah rekam jejak Prabowo selama menjabat di Pemerintahan. Telah merangkum dari beberapa sumber terpecaya, berikut adalah rekam jejak Prabowo capres no urut 2 di bidang politik.
- Gencar Memasarkan Produk Persenjataan Indonesia ke Berbagai Negara
Sejak ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Pertahan, Prabowo begitu gencar memasarkan produk persenjataan indonesia ke berbagai negara.
Tahun 2019, Prabowo menerima kunjungan kehormatan Menhan Ghana Dominic BA Nitiwul. Dari pertemuan keduanya disepakati penjajakan kerja sama di bidang pertahanan. Prabowo juga menyampaikan kemampuan industri pertahanan Indonesia.
Tahun 2022, Prabowo Subianto bertemu Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin di Pentagon, AS. Keduanya menekankan kepentingan kerja sama berkelanjutan di bidang keamanan regional.
Pengamat politik sekaligus peneliti Indikator Politik Indonesia Bawono Kumoro mengatakan Presiden Joko Widodo tidak salah menunjuk Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan. Lantaran mantan Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Pangkostrad) ini terlihat fokus dan dapat menempatkan diri dengan baik.
- Komitmen Melajutkan Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara
Mengutip dari sumber terpecaya, bakal calon presiden (Bacapres), Prabowo Subianto menyampaikan komitmennya melanjutkan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Prabowo mengatakan pembangunan IKN Nusantara wajib dituntaskan karena amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara.
Menteri Pertahanan (Menhan) itu mengatakan pembangunan di Indonesia tak boleh terhenti di akhir masa jabatan presiden. Baginya, pembangunan yang sudah dikerjakan Presiden Joko Widodo harus dilanjutkan oleh penerusnya.
- Menjadi Menteri Pertahanan
Kendati gagal berulang kali di pemilihan presiden, dia menerima saat lawannya di pemilihan presiden, yakni Presiden Joko Widodo atau Jokowi menawarinya untuk menjadi Menteri Pertahanan.
Dia dilantik menjadi Menteri Pertahanan pada 23 Oktober 2019. Prabowo dipilih menjadi menteri di Kabinet Indonesia Maju 2019-2024.
Dengan alokasi anggaran yang cukup besar, dia mulai mengembangkan industri pertahanan berbasis teknologi, hingga moderasi alat utama sistem persenjataannya.
Salah satu hal yang mendapat perhatian adalah belanja alutsista dengan nilai mencapai 2 miliar dolar AS yang terdiri dari pesawat angkut militer MC-22 Block C Osprey, pesawat yang memiliki perpaduan antara helikopter dan pesawat terbang baling-baling.
- Maju ke Pilpres sebagai Capres dan Cawapres
Prabowo tak pernah absen meski berulang kali gagal. Berikut jejak perjalanan Prabowo Subianto dalam Pilpres:
- Pilpres Tahun 2009.
Prabowo maju ke Pilpres 2009 sebagai cawapres Megawati Soekarnoputri dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Bersama mereka dikenal sebagai koalisi Mega Pro dan mengusung ekonomi kerakyatan sebagai program kampanye.
Menelan pahit, pasangan ini kalah dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dari partai Demokrat dan Boediono.
- Pilpres 2014.
Prabowo mencoba kembali peruntungannya bersama Hatta Rajasa dari Partai Amanat Nasional (PAN) pada Pilpres 2014. Sayang, pasangan ini kalah dari pasangan Joko Widodo dengan politisi senior Jusuf Kalla.
- Pilpres 2019.
Prabowo Subianto boleh disebut pantang menyerah. Pada Pilpres 2019, ia kembali mencalonkan dirinya bersama pengusaha Sandiaga Uno. Lagi-lagi Prabowo kalah, dan Jokowi kembali menang dengan total 85.607.362 suara atau 55,50 persen.
- Pilpres 2024.
Pada Pemilu 2024, Prabowo kembali maju sebagai calon presiden. Kali ini, Prabowo maju bersama Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Joko “Jokowi” Widodo sebagi calon wakilnya.
Prabowo memboyong Gibran sebagai cawapres yang saat itu masih berstatus kader PDIP, partai pesaingnya. Gibran bahkan dideklarasikan sebagai cawapres Prabowo oleh Partai Golkar, salah satu partai yang berkoalisi dengan Gerindra.
